Kekuatan Paradigma

KEKUATAN PARADIGMA


John Gardner berkata demikian, "Kebanyakan organisasi yang sakitsakitan telah mengembangkan kebutaan fungsional terhadap berbagai kekurangan mereka sendiri. Mereka tidak menderita karena tidak dapat memecahkan masalah mereka, melainkan karena tidak bisa melihat masalah mereka." Einstein mengatakannya demikian, "Masalah penting yang kita hadapi tidak dapat dipecahkan pada aras pemikiran yang sama yang kita pakai ketika menciptakan masalah tersebut." Pernyataan-pernyataan di atas menggarisbawahi pembelajaran yang paling mendalam dalam hidup saya: Apabila Anda ingin membuat perubahan dan perbaikan kecil-kecilan, sedikit demi sedikit, lakukan sesuatu pada tataran praktik, tingkah laku, dan sikap. Tetapi, bila Anda ingin membuat perbaikan besar yang amat berarti, lakukan sesuatu pada paradigma. Kata paradigma berasal dari kata Yunani, paradeigma, yang aslinya adalah istilah ilmiah, tetapi secara umum kini digunakan untuk menyebut persepsi, asumsi, teori, kerangka acuan, atau "kacamata" yang Anda gunakan untuk memandang dunia. Paradigma itu seperti peta kawasan atau kota. Bila tidak tepat, tak akan ada bedanya betapa kerasnya Anda bekerja untuk menemukan tujuan Anda atau betapa positifnya cara pikir Anda; Anda tetap saja akan tersesat. Bila petanya tepat, ketelitian dan sikap baru akan berguna.

PARADIGMA PRIBADI UTUH

       Pada intinya, ada satu alasan sederhana yang umum sekali, kenapa ada begitu banyak orang yang merasa tidak puas dalam pekerjaan mereka, dan kenapa banyak sekali organisasi tidak berhasil menarik dan memanfaatkan bakat, kecerdikan, dan kreativitas orang-orangnya dan tidak pernah menjadi organisasi yang sungguh-sungguh hebat dan bertahan lama. Situasi itu bermula dari paradigma yang tidak komplet mengenai siapa sesungguhnya kita ini. Dengan kata lain, paham dasar kita mengenai kodrat manusia. 
       Adalah kenyataan yang mendasar bahwa manusia bukanlah benda atau barang yang perlu dimotivasi dan dikendalikan. Manusia memiliki empat dimensi—tubuh, pikiran, hati dan jiwa.


Bila Anda mempelajari semua filsafat dan agama, baik Barat maupun Timur, sejak awal sejarah yang tercatat, pada dasarnya Anda akan menemukan keempat dimensi tersebut: fisik/ekonomis, mental, sosial/emosional, dan spiritual. Seringkali digunakan istilah yang berbeda, tetapi semuanya mencerminkan empat dimensi kehidupan yang universal. Ini juga mencerminkan empat kebutuhan motivasi dasar dari semua orang, yaitu: untuk hidup (bertahan hidup), menyayangi (hubungan pertalian), belajar (tumbuh dan berkembang) dan meninggalkan nama baik (makna dan sumbangan).



Post By : Stephen R. Covey

0 Response to "Kekuatan Paradigma"

Post a Comment